Tangan mengepal
Membedah aliran darah nadi
Bumi ternyata telah berjenggot
Tak sekalipun koruptor yang amnesia
Semuanya tumpahkan bak sampah ciliwung
Hartapun tak mau kalah
Kini ia laksana Fir’aun
Bahkan Nabipun jadi tunduk
Apalagi kacung-kacung
Tak kalah hina , sungguh memang
Tikus got berdasi juga tak ingin kalah
Cari sensasi , atau memang hutang darah
Bank Century di buatnya mainan
Disana Fuqoro’ bersama lalat
Tak ada lagi sedikit tolehan
Apa lagi. . . . . . . . . .
Apakah harus menanti Nabi Isa turun
Mak kembali merintih sedih
Tanda-tanda Qiamat mulai menjalar
Tuhan berkuasa buat semua tertunduk kering
Mati. . . . . . . . . .
Tak segan-segan dikarenakan sebab didepan mata
Bersiaplah engkau
Wahai sang pengukir dosa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar